Wednesday, November 13, 2013

Pengurusan Legalisasi Surat Nikah Indonesia yang dikeluarkan oleh KUA (Certification of Marriage Certificate)

Untuk memenuhi syarat kelengkapan dokumen pengajuan ijin tinggal Long Term Visit Pass kami pun mengunjungi KBRI Singapura dan diarahkan kebagian Konsuler untuk segala bentuk legalisasi. 

Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura 

Alamat:
 7 Chatsworth Road, Singapore 249761
Websitewww.kbrisingapura.sg / www.indonesianembassy.sg
Emailinfo@indonesianembassy.sg 



Jika Anda memiliki pertanyaan seputar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan pelayanan yang diberikan KBRI, silahkan menghubungi nomor telepon berikut:

Nomor telepon KBRI Singapura:+65-6737 7422

Nomor fax KBRI Singapura:

+65-6737 5037

KBRI Singapura menyediakan layanan ini bagi mereka (individu/perusahaan) yang memerlukan bantuan berikut: 
  1. Legalisasi dokumen yang dikeluarkan di Singapura untuk digunakan di Indonesia;
  2. Legalisasi dokumen yang dikeluarkan di Indonesia untuk digunakan di Singapura;


Persyaratan umum legalisasi:

  1. Pemohon mendatangi Bagian Konsuler di KBRI Singapura;
  2. Mengisi formulir permohonan di KBRI Singapura;
  3. Menunjukkan kartu identitas / tanda pengenal;
  4. Setiap permohonan ke KBRI Singapura HARUS melampirkan dokumen ASLI. Dokumen ASLI akan dikembalikan kepada pemilik setelah permohonan selesai diproses.



Berikut prosedur Legalisasi Surat Nikah Indonesia yang dikeluarkan oleh KUA:

KBRI melakukan verifikasi Buku Nikah KUA setelah mendapat legalisir dari beberapa institusi: (setelah melakukan pengecekan ternyata buku nikah kami belum di legalisir. Ohh my, need to go back to Indonesia....)

1. Departemen Agama RI
Jalan Lapangan Banteng No.3-4 Jakarta Pusat
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah
Telp. 62-21-3800174/74

2. Departemen Hukum dan HAM RI
Jalan Rasuna Said Kav.8-9 Jakarta Selatan
Direktur Perdata 
Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum

3. Departemen Luar Negri RI
Jalan Taman Pejambon No.5-6 Jakarta Pusat
Kasubdit Perijinan Penerbangan & Perkapalan Serta Legalisasi
Kepala Direktorat Konsuler
Direktorat Jendral Protokol dan konsuler

Persyaratannya:

a. Fotokopi buku nikah yang sudah dilegalisir oleh pihak KUA yang bersangkutan (3 rangkap).
b. Fotokopi tanda pengenal dan paspor suami/istri (pihak asing).
c. Fotokopi KTP dan paspor istri/suami (pihak Indonesia).
d. Fotokopi surat ijin menikah dari Kedutaan asing/ ROMM/ ROM *(surat ini sudah kami dapatkan pada saat pengurusan surat nikah di Jakarta).

4. (Kalau diperlukan, legalisir di Kedutaan Besar Negara masing-masing).

Proses verifikasi di KBRI diperlukan untuk pengesahan buku nikah dengan mengisi formulir di KBRI oleh suami dan istri. Lama proses 3 hari kerja dengan biaya sekitar S$32 (tahun 2009).

Waktu pelayanan:
Pengajuan permohonan:
Senin - Jumat (09.00 - 12.00)

Pengambilan dokumen:
Senin - Jumat (14.30 - 17.00)

Pihak KBRI memberikan opsi yang sangat baik sehingga saya tidak perlu kembali ke Indonesia dengan menghubungi pihak yang mampu membantu kami untuk menyelesaikan urusan legalisir di Jakarta tanpa harus kembali ke Jakarta:

Louis Liem & Partners
Jalan Melawai XI/188 Jakarta 12160
Telp. 62-21-7252869/70
Email: louisliem@oscs-online.com

Semua dokumen yang diperlukan saya kirim ke alamat rumah Jakarta dan ibu saya yang selanjutnya menyerahkan ke Louis Liem & Partners, prosesnya beberapa hari dengan biaya kalo tidak salah sekitar IDR300-500ribu. 

Akhirnya setelah proses legalisir selesai pihak KBRI memberikan surat "Certification of Marriage Certificate" yang langsung kami laminating dan kembali ke ICA untuk pengurusan Long Term Visit Pass. Tidak lupa saya laporkan pergantian alamat Indonesia di paspor dengan alamat tempat tinggal baru di Singapura, tanpa di kenakan biaya. Alhamdulillah Long Term Visit Pass saya dapat keluar dengan masa waktu menunggu sekitar 3-4 bulan.






Pengurusan Long Term Visit Pass Singapore

Setelah bla bla bla pernikahan di Jakarta pada Desember 2008 dan diikuti resepsi pernikahan di Singapura pada Oktober 2009 maka tiba saatnya untuk pengurusan ijin tinggal di Singapura. Untuk pasangan asing dari warga negara Singapura memerlukan ijin tinggal yang dinamakan Long Term Visit Pass, ijin tinggal dinegara ini untuk jangka satu tahun dan dapat diperpanjang.

Persyaratan untuk apply Long Term Visit Pass dapat dilihat dari link ICA Singapore berikut:  

http://www.ica.gov.sg/page.aspx?pageid=175&secid=171

Dokumen yang diperlukan:
  • Duly completed Form 14* signed by the applicant and a local sponsor (the local sponsor must be either a Singapore Citizen (SC) or Singapore Permanent Resident (SPR)
  • Duly completed Form V39I* signed by the local sponsor (Malaysians are not required to complete this form)
  • Completed Form V234*
  • Applicant's travel document (e.g. passport) with at least 6 months validity. A copy of the travel document personal particulars page must be submitted to ICA
  • Applicant's Disembarkation/Embarkation (D/E) card with a valid Visit Pass granted on entry into Singapore
  • The local sponsor's Identity Card (a copy of the NRIC must be submitted to ICA)
  • Applicant's Marriage Certificate
  • If applicant is pregnant, a letter from a registered doctor stating applicant's Expected Date of Delivery (EDD) and a copy (original) of completed Form V107* is required
  • Children's Birth Certificates, if any
  • Local sponsor's and applicant's highest Educational Certificate
  • Local sponsor's Letter of Employment stating Date of Commencement, Designation and Salary per month (for self-employed: sponsor's valid Registration Certificate from the Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) and Company's Profit & Loss Statement for the last 12 months)
  • Local sponsor's Income Tax Notice of Assessment for the last 3 years and CPF Statement showing monthly CPF contribution for the last 12 months. Alternatively, the sponsor may choose to complete Appendix VP to give consent for ICA to obtain and verify financial information provided in respect of this application with the Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) and Central Provident Fund Board (CPF) directly instead.
  • One recent passport-sized colour photograph (to be pasted on the top right-hand corner of Form 14) which meets the following requirements:
    • Image must be taken within the last 3 months
    • Photograph should be in colour, must be taken against a white background with a matt or semi-matt finish
    • Image must show the full face and without headgear (headgear worn in accordance with religious or racial customs is acceptable but must not hide the facial features)
  • Sponsor's and applicant's Divorce Certificate, if any (original and photocopy)
Note: Application must be sponsored by the spouse

Biaya pengajuan S$30
Biaya perpanjangan ijin tinggal selama menunggu ijin tinggal keluar untuk 3 bulan S$40
Biaya pengeluaran kartu ijin tinggal yang berhasil S$60

Dengan penuh semangat dan dokumen yang diperlukan sudah terpenuhi maka langkah selanjutnya adalah mengunjungi ICA, Visitor Services Centre:

Immigration & Checkpoints Authority 
4th Storey, ICA Building 
10 Kallang Road 
(Next to Lavender MRT station) 
Singapore 208718 

Operating Hours: Monday to Friday : 8.00 am to 4.30 pm 
Saturday : 8.00 am to 12.30 pm

Setelah mengantri dan dipanggil petugas ICA untuk memeriksa dokumen ternyata masih terdapat dokumen yang kurang yaitu surat legalisasi buku nikah dari pihak Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Oh my... balik kanan bubar jalan. Dengan berat hati kami keluar dari ICA dan langsung menyusun langkah menuju KBRI demi mendapatkan surat legalisasi buku nikah.

Thursday, November 6, 2008

Peta Lokasi Gedung Bulog



Setelah bingung gak dapat peta petunjuk lokasi resepsi dari tempat cetak maupun gedung Bulog akhirnya gw bikin sendiri, hasilnya lumayan juga. So buat capeng yang kebetulan lokasi pernikahannya sm kyk gw N blm dapat gambar petanya bisa dicopy dari sini.

Friday, October 31, 2008

Souvenir


Akhirnya gw memutuskan untuk memilih pulpen sebagai souvenir setelah timbang sana sini mulai dari kipas, peralatan pedicure, sisir model bodyshop, gantungan kunci, tempat lilin, coklat praline, tempelan kulkas, bukaan botol, sendok&garpu, sumpit, etc. Pilihannya jatuh ke pulpen karena pulpen jatuhnya lebih berguna, pasti kepake hehe...

Pengurusan Surat Nikah Perkawinan Campuran

Pengurusan dokumen untuk menikah dengan WNA ternyata cukup rumit juga maklum beda negara beda bahasa tapi Alhamdulillah memiliki Iman yang sama. Berikut proses pengurusan dokumen untuk pernikahan saya dengan calon suami yang berwarga negara Singapura:

Pengurusan surat - surat untuk calon Istri:

Mengurus surat RT & RW
Mengurus surat ke Kelurahan
Mengurus surat ke KUA setempat
Mengurus surat ke KUA tempat nikah

1. Mengurus surat ke RT & RW

Meminta Surat Pernyataan yang dikeluarkan oleh RT setempat kemudian disetujui oleh pihak RW. Surat pernyataan ini menyatakan tentang status calon pengantin wanita dan pria serta data diri dari masing2, kemudian di tanda tangani oleh pihak wanita diatas meterai. Dokumen yang diperlukan oleh calon pengantin wanita:

Copy KTP
Copy Kartu Keluarga

2. Mengurus Surat ke Kelurahan

Surat Pernyataan dari RT&RW tsb kemudian dibawa ke Kelurahan untuk mengeluarkan:

Surat Keterangan Untuk Nikah - Model surat N1
Surat Keterangan Asal Usul - Model surat N2
Surat Keterangan Tentang Orang Tua - Model surat N4

3. Mengurus Surat Ke KUA setempat

Berhubung saya akan numpang nikah di KUA Setia Budi maka saya perlu meminta surat Rekomendasi Nikah dari KUA daerah saya tinggal karena seharusnya wanita menikah ditempat asal, berbeda dengan pria yang boleh menikah di daerah mana pun (tidak perlu surat numpang nikah). Prosesnya hanya sebentar dengan biaya Rp.80.000 dan diminta Infaq seikhlasnya. Dokumen yang diperlukan oleh calon pengantin wanita:

Surat Pernyataan dari RT
Surat keterangan yg diperoleh dari Kelurahan tsb diatas (N1,N2,N4)
Copy Kartu Keluarga
Copy KTP

4. Mengurus surat ke KUA tempat nikah

Surat Pernyataan dari RT
Surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat
Surat keterangan dari Kelurahan (N1,N2,N4)
Copy Kartu Keluarga
Copy KTP
Passphoto ukuran 2x3 = 4 lembar


Pengurusan surat - surat untuk calon suami:

Mengurus surat ke MOM (Ministry of Man Power)
Mengurus surat ke ROMM (Registry of Muslim Marrriages)
Mengurus surat ke Kepolisan
Mengurus surat ke Kedutaan Besar Singapura
Mengurus surat ke KUA
1. Mengurus surat ke MOM

Karena saya pernah memegang Work Permitt utk Trainee sebelumnya di Singapura maka pihak ROMM (Registry of Muslim Marriages) meminta surat pernyataan dari MOM (Ministry of Manpower) terlebih dahulu utk pernikahan yang akan dilaksanakan diluar maupun di Singapura sendiri. Petikan dari www.romm.gov.sg

Conditions apply to the following cases:
If one of you is a Singaporean/PR and spouse-to-be is a foreigner -
If the foreigner spouse-to-be is a work permit holder or ex work permit holder, you are advised to obtain prior approval to marry from Controller of Work Permits, Ministry of Manpower, before you register for marriage.


Di MOM kita diminta mengisi formulir untuk saya maupun calon suami yang kemudian perlu dilengkapi dengan dokumen dari pihak saya yang sudah dirubah ke bahasa Inggris dan hanya perlu copy nya aja:

Passport
Passphoto ukuran passport 2 lembar
Akte Lahir
Kartu Keluarga
Ijazah2
Surat keterangan bekerja saat ini dengan jumlah gaji tercantum
Dokumen yang diperlukan untuk calon pengantin pria:

Copy IC
Ijazah2
Income tax
CPF account
Passphoto ukuran passport 2 lembar
Semua dokumen ini kemudian di kirim ke MOM dan surat akan keluar sekitar 4 minggu setelahnya.

2. Mengurus Surat ke ROMM

Surat dari MOM tersebut kemudian dikirim ke ROMM dan mereka akan mengeluarkan surat pernyataan untuk menikah bagi pihak calon suami. Dokumen yang diperlukan:

Copy passport capeng wanita
Copy KTP capeng wanita
Copy IC capeng pria

3. Mengurus Surat ke Kepolisian

Bagi WNA yang ingin menikah di Indonesia KUA meminta surat lapor diri yang dikeluarkan oleh Kepolisian setempat. Saya mengurus ke Kepolisian Jakarta Selatan dengan bagian Intel oleh bapak Nyoman. Pengurusannya hanya sebentar dan tidak dikenakan biaya. Dokumen yang dibutuhkan:

Copy passport capeng pria (data, cap kedatangan dan kartu imigrasi kedatangan)
Copy KTP capeng wanita

4. Mengurus Surat di Kedutaan Besar Singapura

Surat dari ROMM tersebut kemudian dibawa ke Kedutaan Singapura untuk mendapatkan surat izin menikah di Indonesia. Dokumen yang diperlukan untuk mengurus surat ijin menikah di Indonesia oleh Kedutaan besar Singapura (proses hanya sehari tetapi harus dihadiri oleh pihak calon pengantin pria dan wanita/ tidak bisa diwakilkan):

Surat dari ROMM
Copy Passport
Passphoto ukuran passport 4 lembar

5. Mengurus Surat ke KUA

Dokumen yang diperlukan oleh pihak KUA, semua dokumen sudah harus dirubah ke bahasa Indonesia;

Copy Passport
Copy Akte Kelahiran
Surat dari Kedutaan Besar Singapura
Surat tanda melapor dari Kepolisian
Passphoto ukuran 2x3 = 4 lembar

Tuesday, July 29, 2008

List of My Wedding Vendor

Desember masih lima bulan lagi tapi kok rasanya cepet ya, sejauh ini gw berusaha utk menyelesaikan persiapan wedding gw sedini mungkin biar nantinya gak keteteran. Berikut vendor2 yang akhirnya gw pilih dan udah di down payment setelah sebelumnya compare sana sini membandingkan yang paling baik dari segi kualitas maupun harga;

Venue: Gedung Serbaguna Bulog Oryza
Catering: Puspita Sawargi
Perias: Sanggar Putri Yusman
Decor: Bunga-bunga wedding
Photography: Wahid Photo
Undangan: Pumpunk Craft dan Dila print
Bahan kebaya sodara: Toko Arjuna


Uhm rasanya lega n puas sudah dapat vendor2 yang akan menjadi bagian dari acara weddingku, semoga mereka menberikan yang terbaik agar semua berjalan lancar. Mengingat situasi Indonesia yang masih gak jelas tentang kenaikan harga yang semena2 jadinya membayar panjer merupakan hal yang penting, jangan ditunda2 kalo memang sudah mantab dengan suatu vendor. Harga akan mengikat dan gak ikutan naik kalo sudah dp dan tiba2 ada kenaikan bbm lagi huehehehe... Lalu hal2 yang masih perlu di follow up seperti:
Souvenir, entertainment, dan dokumen2 dari sini ke sana sana kesini aduh pusyeng,

Undangan Frame

Sehubungan dengan global warming yang bikin bumi kita yang makin menghangat maka gw pilih undangan yang ramah lingkungan hehe... Sayang banget kalo undangan hanya dibuang setelah dibaca so gw mikir why dont buat undangan yang masih bisa kepake setelahnya. Memang inti kertas undangannya msh ada yang terbuang tp at least mengurangi jumlahnya. Frame yang sudah membantu mempercantik undangan ini kemudian bisa dipakai buat taruh photo ukuran 4R, bahan framenya sendiri terbuat dari kertas daur ulang dan daun yang dikeringkan kemudian diberi warna. Alasan lain milih model undangan seperti ini adalah bisa buat souvenir tapi bukan berarti pada saat resepsi nanti gw gak ngasih souvenir lagi, ya at least undangan frame ini menjadi lebih berkesan. Frame ini dipesan khusus dari Yogya, jauh sih tapi worth it banget. Satu set undangan frame ini harganya Rp.5500 (lengkap dengan plastik, cetak nama di frame dan isi undangannya), gak beda dengan harga undangan hard cover pada umumnya. Untuk cetak undangannya gw sempet cek ke tebet dan kebayoran lama tapi ternyata di kebayoran jauh lebih murah karena mereka punya alat cetak sendiri. Menurut Apri (owner Dila print) banyak tempat cetak undangan seperti di blok-m yang cetak ketempat mereka jadi kita musti tau apakah tempat pesan undangan kita langsung cetak sendiri atau menggunakan jasa cetak di tempat lain. Frame dipesan di Pumpunk Craft: Cp. bapak Bambang, Jl. Sosrokusuman DN I/ 176 Yogyakarta Tel.0274-517986, 085228082762.Undangan dicetak di: Dila Print, Jl. Baru No.5a-5b Kebayoran Lama Tel. 021-72795285